Bismillah….Mengambil sebuah ibroh dari kisah cinta Abu Thalhah dan Ummu Sulaim. Suatu saat Abu Thalhah sedang safar dalam waktu yang lama meninggalkan keluarganya, sang istri dan anaknya.
Suatu ketika anak mereka berdua diberi musibah oleh Allah sebuah sakit, sedangkan Abu Thalhah masih dalam safarnya. Sampai akhirnya sang anak ini meninggal tapi ummu sulaim tidak mengabarkan berita duka ini kepada Abu Thalhah.
Akhirnya ketika Abu Thalhah pulang dari safar, sang istri bersiap-siap menyambutnya dengan pakaian yang bersih, wangi dan indah dan menyiapkan makanan untuk sang suami. Setibanya sang suami di rumah, Ummu Sualim langsung menghantarkan sang suami untuk makan dan akhirnya setelah makan berdua mereka menuju kamar mereka dan melakukan hubungan suami istri.
Setelah kejadian tersebut barulah Ummu Sulaim menceritakan kepada sang suami tentang keadaan anaknya. Ummu Sualim berkata, “Wahai suamiku jika kita diberi Allah suatu nikmat dan suatu saat Allah pun mengambil nikmat tersebut, apakah itu sudah sewajarnya?” . Abu Thalhah menjawab, “Tentu….karena apa yang Allah titipkan kepada kita, Allah pun berhak mengmbil titipan tersebut kapanpun.”
“Maka ketahuilah bahwa Allah sudah mengambil anak kita yanh merupakam titipan dari Allah untuk kita” kata Ummu Sulaim
Maka Abu Thalhah pun menerima taqdir tersebut dan menemui Rosulullah serta menceritakan apa yang telah terjadi kepada keluarganya.
Akhirnya pun Rosulullah mendoakan keluarga Abu Thalhah, “Semoga Allah berkahi hubungan kalain berdua malam itu”.
Akhirnya pun lahirlah seorang anak dari buah hubungan mereka malam itu. Berkat doa Rosulullah. Dan mereka berdua di amanahi oleh Allah 9 anak yang hafizh Al-Quran.
Masyaallah…..
Sudahkah kita ridho jika nikmat yang diberikan Allah kepada kita, Allah ambil begitu saja???
Kadang cuma Allah titikan kepada kita sedikit harta saja kita sudah lalai dengan Ibadah kepada sang pemberi titipan. Allah…..apa yang bisa kita pertanggung jawabkan kepada sang pemberi hidup ini?