Bismillah….
SHARING PENGALAMAN
Sering kita dapati seorang santri yang menghafal Al-Quran, ketika setoran hafalan baru kepada musyrifnya dia mumtaz dan bahkan tanpa salah, tapi ketika juziyyah (muroja’ah 1 juz sekali duduk) sebagai syarat untuk pindah ke juz selanjutnya, kenapa kok banyak yang salah? entah panjang pendeknya, hurufnya, dhomirnya dll.
Menurut kami, bisa kami simpulkan dari beberpa pengamatan dan wawancara langsung ke beberapa santri, ada beberapa hal yang terlewatkan dalam proses murojaah, yaitu :
1. Jangan muroja’ah menunggu sampai selesai 1 juz setoran, tapi usahakan setiap selesai setoran 1 lembar (lembar pertama misalkan) ketika persiapan lembar kedua jangan tinggalkan lembar pertama, tetap di murojaah dan dibertahankan kelancarannya. Begitu seterusnya sampai lembar ke 10. Jadi jika kita praktekkan sistem ini, santri bisa langsung maju juziyyah setelah selesai setoran lembar ke 10.
2. Pola murojaah yang salah, yaitu terlalu cepat dan tergesa-gesa dalam mengulang untuk persiapan juziyyah.
3. Sebelum maju ke musyrif juziyyah usahakan untuk membaca dahulu 1 juz sekali duduk juz yang akan di setorkan.
4. Perbanyak membaca 1 juz sekali duduk sebelum maju ke musyrif juziyyah, minimal membaca 3 kali dahulu.
Mungkin itu yang bisa kami bagi dari pengalaman kami menghafal Al-Quran dan menyimak hafalan Quran santri.